Crop Circle di Berbah, Yogyakarta: Batang Padi Kembali Berdiri


“Terserah apa kata LAPAN (Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional) atau wartawan. Mereka mengatakan ini (crop circle) buatan manusia, silakan, itu hak mereka. Tapi bagi warga, nggak mungkin ini buatan manusia. Dengan bentuk sebesar ini, dan waktu (pengerjaan) yang sebentar, di malam hari, nggak mungkin. Saat pertemuan dengan kepolisian di pedukuhan, warga sudah menyatakan sikap, menurut kami ini bukan buatan manusia,” ujar Suhari, salah satu warga kepada DiBalikBerita.

Hal senada juga diungkapkan Ayu, warga yang rumahnya berjarak sekitar 25 meter dari crop circle (CC), rumah terdekat dengan CC. “Sabtu malam itu, warga nongkrong di depan rumah saya, ronda, pulang jam 3 pagi. Tidak ada tanda apa-apa. Paginya (23/1/2011) ditemukan jam 7. Terus gimana bikin-nya? Saya malah dicurigai wartawan. Katanya, ‘Ini mungkin yang bikin orang yang rumahnya paling dekat.’ Kalau bisa bikin, berarti saya ini orang pinter. Saya sebenarnya capek menghadapi pertanyaan-pertanyaan itu. Dikiranya warga itu bikin-bikin. ” katanya.

Beberapa warga lain juga menceritakan kekecewaan mereka terhadap LAPAN dan wartawan. Tim LAPAN baru datang hari Selasa, setelah 2 hari sebelumnya, melalui media, sudah “memastikan” bahwa CC di Berbah adalah buatan manusia. Mereka juga menganggap sebagian wartawan sudah memiliki kesimpulan sendiri, yakni mengacu pada pernyataan sumber resmi (LAPAN) saja, dan tidak serius menggali fakta di lapangan.

“Tim dari LAPAN datang, memasukkan (ujung) payung ke poros (pusat lingkaran CC). Saat payung masuk dengan mudah, mereka menyimpulkan ini buatan manusia karena itu pasti bekas lubang tongkat (manusia membuat CC dengan alat bantu tongkat dan tali). Lha, ini kan sawah subur, tanahnya gembur, diinjak atau dimasukin apa pun pasti mudah masuk. Mereka juga mengatakan ada jejak kaki manusia. Jejak ini pasti ada karena sudah 2 hari dan sudah diinjak-injak pengunjung,” tambah Kardi.

Selain itu, titik sentral CC tersebut memang berlubang. Menurut warga, pada hari pertama ditemukan, ada seorang pengunjung datang dan mencabut segenggam batang padi yang masih berdiri di poros, sehingga muncul lubang di sana. “Entah tujuannya apa,” kata Suhari. Padahal, titik sentral yang masih ada padinya bisa menunjukkan bahwa tidak ada lubang di sana.

Sikap LAPAN yang sudah mengambil keputusan bahkan sebelum melihat ke lokasi memang bisa “dipahami”. Lembaga resmi penerbangan dan antariksa negara mana pun juga akan melakukan hal sama bila menghadapi fenomena macam ini. Oleh karena itu, di Inggris, tempat CC paling banyak ditemukan, penelitian serius terhadap CC memang hanya dilakukan oleh lembaga-lembaga swasta (setidaknya yang hasilnya dipublikasikan).

Saat DiBalikBerita mengunjungi lokasi dan berhasil masuk ke dalam CC, batang-batang padi yang rebah “bengkak” di ruasnya dan membentuk sudut sekitar 45 derajat, tapi tidak patah.
Gambar di samping menunjukkan 2 batang yang “bengkak” di ruasnya dan 1 batang normal dari luar CC.

Ini memiliki kesamaan dengan batang-batang jagung dalam CC di Inggris Selatan (lihat gambar batang jagung di “Fakta Ilmiah tentang Crop Circle”).

Sementara, batang padi di luar CC tidak menunjukkan hal ini–ruas batangnya lurus. Bila patang padi dirubuhkan dengan ditekan atau diinjak, tidak ada ruas yang “membengkak” atau “meletus” seperti itu, tapi hanya patah.

Semua batang padi di dalam CC tidak ada yang patah. Buktinya, batang-batang yang rubuh itu sekarang mulai kembali berdiri. Di bawah ini adalah video yang menunjukkan hal itu (3/2/2011).

Sumber : UFOnesia

Iklan

,

  1. #1 by ari syaoran on Februari 15, 2011 - 5:40 am

    memang bukan hal yang tabu lagi fenomena seperti ini karena sebelum di berbah, sleman juga sudah terjadi di setiap penjuru dunia tapi menilik fakta yang ada sampai saat ini pun belum ada bukti yang kuat tentang ‘crop circle’ made in alien (UFO) jadi yang tersisa cuma asumsi belaka.
    semoga dengan adanya fenomena tersebut kita menjadi semakin bijak dalam menanggapi setiap permasalahan yang ada di sekitar kita amin.
    salam blogger Indonesia.
    http://arisyaoran.wordpress.com/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: